Cerpen
Kisah Si Ratu Selfii
Maya Pransiska
SMA
Makmur Jaya adalah salah satu SMA favorit di Bengkulu. Siswa-siswinya tentu
saja terdiri dari orang-orang pilihan. Masuk sekolah ini harus sudah melalui
rentetan tes yang cukup rumit dengan nilai di atas rata-rata sekolah lainnya.
Sekolah ini berlokasi di tengah kota, bertingkat tiga, rindang dengan banyak
tanaman hijau dan di cat berwarna serba hijau. Kebayang gak tuh suasana damai
yang terpancar di sekolah ini.
Dari
sekian ratus murid pilihan yang ada di SMA Makmur Jaya ini, ada dua orang murid
yang terkenal agak nyentrik. Namanya Diva dan
Sonya. Seantero sekolah rasanya gak ada yang gak kenal mereka berdua. Ke
mana-mana mereka selalu terlihat berdua. Memang sih, mereka banyak kesamaan,
sama-sama cantik, pintar, centil, dan sama hobbynya yaitu hobby foto selfii.
Mungkin hobby selfian ini adalah hobby kebanyakan anak zaman sekarang. Tapi
mereka cukup berbeda. Bertemu apapun yang baru pasti selfian, pakai baju baru
selfian, pakai jilbab baru selfian, pakai kacamata baru selfian, ketemu orang
baru selfian. Baru sampai di sekolah selfian, jam istirahat selfian, mau pulang
sekolah selfian, bangun tidur pun selfian.
jangan-jangan di toilet selfian tuh….hihihihi. Setiap foto hasil
selfiannya pasti di upload ke sosmed baik itu FB, BBM, atau pun instagram pribadinya. Oh…ya, di sekolah ini gak ada larangan untuk
membawa HP, maklum sekolah elit.
Di
suatu pagi yang cerah sejam sebelum bel masuk berbunyi Diva dan Sonya sudah
sampai di sekolah. Hampir berbarengan. “Hay…Diva. Jilbabmu cantik hari ini,
baru ya?” sapa Sonya begitu turun dari Beat kesayangannya.
“Hay…So.
Ya nich…oleh-oleh papaku dari Bandung kemarin.” Jawab Diva sambil merapikan
letak Scoopy pinknya. “ Yuk, cepetan kita ke taman belakang. Aku gak sabar lagi
mo selfii dengan jilbab baru ini!”
Sambil
cekikikan Diva dan Sonya memasuki lorong sekolah yang menyambut mereka dengan
suasana damai itu.
“Nah…keluarin
tongsis kamu. Kita selfii di sini ajah kayaknya bagus!” kata Sonya mulai pasang
gaya andalannya, gaya bibir monyong.
“Siip…dekatan
dikit dong!” dengan lihainya Diva sudah beraksi bersama Sonya.
Cekrek…cekrek…cekrek…
Yups, tiga gaya baru sudah melayang di akun FB Diva pagi ini. Tak ketinggalan
dengan Sonya. Dia juga mengeluarkan Androidnya, tapi tidak pakai tongsis. Bagi
Sonya, pakai tongsis itu bikin ribet ajah.
“Kita
ke taman yang sebelah situ ajach Va, biar beda dikit lokasinya!”
“Siapa
takut…” celoteh Diva sambil masukin HP dan tongkat nenek sihirnya, eh
salah…tongsisnya, ke dalam tas.
Cekrek…cekrek…cekrek…tiga
gaya baru pula sudah di dapat Sonya pagi itu. Beberapa siswa yang lewat mau ke
kelas ketawa cekikikan melihat gaya Diva dan Sonya lagi asyik selfian. ada yang
merasa lucu melihat gaya mereka berdua, dan ada pula yang tesenyum mengejek.
“Hai…Sonya…Diva…lagi sibuk nih?” sapa
Davit sambil lewat. “Hati-hati, entar jatuh ke dalam kolam itu loh…”
“Eh…iya.
Hampir saja!” ujar Diva gak sadar kalau dia sudah hampir berdiri di pinggir kolam.
“Eh…tunggu,Vit.
Fotoin kami dong…” pinta Sonya sambil menyerahkan Androidnya pada Davit.
“Oke…mana
aksinya?” kata Davit. Langsung saja Diva dan Sonya beraksi bagai foto model
terkenal dengan gaya andalan masing-masing. Davit juga tak mau kalah, dia
beraksi bagai fotografer handal.
Yupss…enam
fose gaya baru sudah melayang ke akun FB Sonya pagi itu dengan status baru pula.
Belum lima menit sudah 20 orang “like” dengan status terbarunya. Bahkan sudah
banyak pula yang komentar tentang kecantikannya yang makin berseri. Maklum
orang cantik, banyak fansnya. Walaupun ada saja yang syirik pada Sonya dan
Diva, tapi lebih banyak pula yang suka
dan happy-happy ajah dengan hobby mereka.
Saat
bel masuk berbunyi, Diva dan Sonya bergegas masuk kelas. Kalau sudah dalam
kelas, mereka akan menjelma menjadi siswi yang aktif, cerdas, dan sopan. Inilah
yang membuat para guru selalu menyayangi Diva dan Sonya. Bergantian Diva dan
Sonya meraih peringkat 1 dan 2 baik itu di kelas atau pun juara umum. Nilai
rata-rata mereka tidak pernah di bawah 9,50. Hebat bukan??? Mereka berdua tidak
merasa bersaing, belajar di sekolah dan di rumah juga selalu berdua.
Selesai
jam pelajaran pertama dan ketiga, saatnya jam istirahat. “Pas banget, cacing di
perutku udah pada demon minta diisi nih…” gerutu Diva. “ Yuk, kita ke kantin
katanya ada menu baru es cream goreng. Biasaa…sambil selfian…” ajak Diva sambil
menarik tangan Sonya.
“Iya..iya…Tapi
kali ini kamu yang traktir ya?” sahut Sonya.
“Siip…tenang
ajah. Ambil sesuka kamu deh…”
Sampai
di kantin mereka memilih bangku paling pojok, biar enak makan sambil selfian
gak keganggu sama murid lain yang lalu-lalang.
Dua
mangkok bakso dan dua es cream goreng sudah ada di depan mata Diva dan Sonya.
Tapi bukannya langsung dimakan, malah tongsis yang keluar. Biasaaa…selfian dulu
sama es cream goreng si menu baru. Cekrek…cekrek…cekrek…selfian ala Diva san
Sonya dengan si menu baru sudah langsung beredar di dunia Maya dengan status
Diva yang baru lagi “Goyang lidah sama Bakso n es cream goreng… Ada yang mau
ikutan makan???”
Begitulah,
setiap hari bisa tiga kali lebih Diva dan Sonya selfian dan upload status
terbaru di FB. Ada saja yang baru mereka uploadkan. Soal batre HP jangan
ditanya. Yang namanya HP android kan cepat banget habisnya. Walaupun sudah
pakai power bank, tetap saja selalu butuh ngecas tuh android. Gimana enggak,
selfian dan online terus. Apalagi kalau hari libur…wuiiih gak bakal lepas tuh
HP dari tangan. Mungkin bagi Diva dan Sonya HP android itu bagaikan belahan
jiwa mereka. Di manapun dan ke mana pun harus ada HP bersama mereka.
Pernah
ada kejadian lucu yang terjadi pada Diva dan Sonya. Waktu itu mereka ikut
kegiatan studi banding OSIS ke SMA ternama di Bandung. Dalam Bis, Mereka duduk
di bangku yang berdekatan. Saat Bis baru berjalan mereka selfian. Fotonya diupload ke FB dengan status “ OTW
Bandung nich…”. Saat merasakan dinginnya AC Bis, mereka selfian sambil
berselimut tebal. Fotonya diupload dengan status “ Kedinginan oiii…”. Saat mata
mulai ngantuk, mereka selfian dulu kemudian upload ke FB dengan status
“Ngantuk…Bobok cantik dulu yaach…”
Selain
selfian Diva dan Sonya juga sibuk BBMan, Facebookan, dan ngobrol di Line yang
entah dengan siapa saja. Alhasil, batre HP Diva dan Sonya hampir habis, power
banknya juga sudah menjerit minta diisi. Mereka kelimpungan.
“Duh…batre
HP ku habis. Gimana nih…” teriak Diva kepada Sonya.
“Sama
nih…HP ku juga sudah lowbad.” Sonya sepertinya mulai sibuk juga.
“Kawan-kawan,
gimana nih…HP ku habis batre!” suara Diva membangunkan para siswa yang
rata-rata sedang terbuai di alam mimpi.
Kernet
Bis yang mendengar teriakan Diva
berkata, “ Tuh di pojok belakang ada colokan untuk ngecas batre!”
Mendengar
itu, sontak Diva dan Sonya berebutan membawa HP mereka untuk di carger. Untuk
beberapa jam dunia sepi karena Diva dan Sonya lagi gak pegang HP. Untuk
beberapa jam mereka tertidur pulas dengan bibir tersenyum entah apa yang sedang
mereka mimpikan.
Sampai
di sekolah tempat studi banding tentu saja ajang selfian mereka semakin
menjadi. Apalagi ini ketemu lokasi baru dan kenalan dengan orang-orang baru.
Cekrek…cekrek…cekrek yang entah sudah berapa ratus foto sudah mereka ambil.
Semangat selfian mereka semakin menjadi-jadi. Tak ketinggalan teman-teman
rombongan studi banding itu mereka ajak selfian semua. Memang gaya Diva dan
Sonya ini sangat menghibur. Suasana selalu ceria jika ada mereka berdua.
Tertawa renyah selalu mengiringi jika berada antara Diva dan Sonya.
Saatnya
makan siang rombongan studi banding SMA Makmur Jaya dijamu oleh SMA Harapan
Bandung. Mereka makan dengan berbagai menu khas Bandung. Diva dan Sonya memilih
meja yang dekat dengan colokan listrik untuk carger HP mereka yang selalu minta
diisi. Lahap sekali mereka makan, mumpung gratis kali yach….
Selesai
acara ramah tamah pukul 15.00 WIB
rombongan SMA Makmur Jaya berpamitan. Cukup banyak kesan bagus yang bisa
dicontoh dari SMA Harapan Jakarta itu, mulai dari sopan santun muridnya,
kedisiplinannya, kebersihannya, gaya belajarnya, penataan kelasnya, penataan
perpustakaannya, dan banyak lagi yang nantinya bisa diterapkan di SMA Makmur
Jaya sepulangnya ini nanti.
Perjalanan
rencananya dilanjutkan mengunjungi Cibaduyut sebelum pulang ke Bengkulu lagi.
Semua rombongan studi banding mulai memasuki Bis, termasuk Diva dan Sonya.
Tiba-tiba Diva berteriak…
“Tidaak…power
bankku kok gak ada?” teriak Diva mengagetkan orang-orang dalam Bis.
“Loh…tadi
kan ada,” jawab Sonya sambil ikutan mencari di sekitar tempat duduk mereka.
Siapa tahu aja nyelip.
“Aduh…kayaknya tertinggal sedang dicarger di
tempat makan SMA Harapan tadi. Duh…Gimana dong!” mata Diva mulai berkaca-kaca.
“Coba
kamu telepon Davit dan Toni, kayaknya mereka masih ada di sana.” Pak Budi mencoba menghibur Diva.
Dengan
cepat Sonya menelepon Davit dan berharap power bank sahabatnya itu masih bisa
ditemukan. “Tenanglah Diva, si Davit sudah kutelepon dan dia bersedia mencari
power bank mu itu.”
“Duh…mudah-mudahan
aja Davit bisa membawakan power bankku itu. Bisa barabe aku tanpa power bank
itu. HP ini cepat banget habis batrenya.” Ucap Diva.
“Makanya
jangan selfian terus biar gak cepat habis batre HPnya!” celetuk Ira.
“Iya
nih…HP aku android juga tapi gak cepat habis batrenya kayak punya kamu. Tapi
memang gak selfian dan online terus kayak kamu sich…” gak ketinggalan Wina yang
memang selalu syirik sama Diva dan Sonya.
Diva
diam saja mendengar celoteh Ira dan Wina. Tapi Sonya gak mau ikutan diam
“Huss..syirik ya. Masbuloh…masalah buat loh??”
“Gampang
Va…beli aja lagi power bank sekalian HP barunya…hahahaha” celetuk Dino dari
bangku belakang.
“Sudah-sudah…kalian
ini teman sedih kehilangan kok malah diledekin,” pak Budi berusaha menenangkan
suasana.
“Nah…tuh
Davit sampai,” bahagia Sonya melihat wajah Davit dan Toni nongol di depan pintu
Bis. “ Dapat power banknya Diva, Vit?” tanya Sonya, sementara Diva masih saja
cemberut.
“Ngggggg…anu…tadi
udah saya tanya pada panitia. Katanya sih ada, tapi dia gak mau ngasihkan power
bank itu sama kami.” Jawab Davit terbata tapi agak cengengesan. Sementara Toni
sudah ngeluyur duduk di bangkunya paling belakang.
“Loh…kok
gitu?” tanya Diva dan Sonya hampir serempak.
“Tapi
gini, panitia yang katanya adalah ketua OSIS SMA Harapan itu, memberikan nomor
HP ini. Dia gak percaya waktu saya meminta power bank itu. Dia akan
mengantarkan langsung sama kamu nyusul ke Cibaduyut nanti. Coba kamu hubungi,”
jelas Davit panjang lebar. “Oh..iya. Katanya dia mau kenalan lebih lanjut sama
kamu, Diva” sambung Davit lagi.
Dengan
depat Diva memencet nomor HP yang diberikan oleh Davit, “Assalamualaikum
Kak…ini saya Diva yang punya power bank itu. Tolong antarkan power bank itu,
bisa?”
“Ya…ya
bisa. Nanti saya antar ketemuan di Cibaduyut ya…” jawab telepon di seberang.
Tapi kok Davit dan Toni cekikikan di belakang.
Melihat
gelagat Davit dan Toni, murid yang lain ikutan cekikikan. Kayaknya ada yang
lagi dikerjain nih…Bersahutan mereka ikutan ngerjain juga.
“Wuiiiih…kayaknya
kamu ditaksir ketua OSIS SMA Harapan Bandung ya, Div.” kata Rita dari bangku
depan.
“Cie…ciee…ada
yang cinlok,” sahut Loli di bangku tengah.
“Suit…suit…bakal
ketemuan di Cibaduyut.” Heni ikutan ngoceh. “Hebatnya lagi, dia bakal bawa tuh
power bank cuma untuk ketemu kamu, Diva.”
Diva
cuma cengengesan saja dijadikan bahan pembicaraan teman-temannya. Kayaknya
senang juga tuh anak. “Asyik nih, aku ditaksir ketua OSIS SMA hebat di Bandung
ini.” Ucap Diva dalam hari.
“Hebat
kamu Diva, bisa ditaksir ketua OSIS SMA yang top itu. Salut deh…” Sonya ikutan
memuji temannya walaupun dalam hati agak ragu. Tapi Sonya juga gak tau kalau
Diva lagi dikerjain sama Davit dan Toni. Bis itu sudah mulai menemBis ramainya
kota Bandung.
Di
dalam Bis, Diva dan Sonya sudah asyik lagi selfian. Cekrek…cekrek…cekrek… kali
ini Diva mengupload foto termanisnya dengan status “Penasaran….” Tentu saja
teman-teman FBnya pada komen dan bertanya-tanya Diva penasaran pada apa dan
siapa? Sambil cengengesan Diva sibuk membalas komentar teman-teman FBnya itu.
Seperti
bisa di duga, sejam kemudian “ Batreku tinggal 25% lagi nih…tempat curger ada
yang kosong gak yah?” teriak Diva sambil berdiri ke pojok belakang.
“Gak
ada yang kosong…lagi penuh nih” jawab Davit.
“Duh…gimana
nih. Ada yang punya power bank nganggur gak ya? Pinjam dong,” pinta Diva
memelas.
“Nih…pinjam
power bank yang ini boleh,” kata Toni sok perhatian pada Diva.
“Bener
nih…wuiih ternyata kamu baik juga ya, Ton!” setengah gak percaya Diva mengambil
power bank dari tangan Toni.
“Memang
aku baik kok…kamu ajach gak nyadar,” jawab Toni cengengesan.
“Kok
kayaknya aku kenal sama power bank itu,” kata Sonya saat melihat power bank
yang dipasangkan Diva ke HPnya.
“Iya
nih… aku pinjam punya Toni. Baik dia,” jawab Diva cuek sambil membalas komentar
temannya di FB.
“Nggak,
Diva. Coba kamu perhatikan lagi lebih detail deh power bank ini!” Sonya masih
penasaran.
“Mana…apanya
yang perlu diperhatikan?” Diva mencoba melirik power bank itu. “Tuh…kaaan. Sama
saja dengan power bank….a..kuuuu… oh iya. Kayaknya ini power bank aku yach???”
kata Diva sedikit melotot.
Serempak
Diva dan Sonya melihat ke belakang. Davit, Toni dan teman yang lainnya sudah
ketawa ngakak…
“Ada
yang gak nyadar kalo udah dikerjain dari tadi, hahahaha!!!” Loli ketawa ngakak
sambil megangi perutnya.
“Ada
yang udah ge-er ditaksir sama ketua OSIS. Berasa kecantikan ajah
gituuuch…hahahaha” Wina begitu semangat menyindir Diva.
“Duh…teman-teman.
Kalian jahat deh…” kata Diva mulai berkaca-kaca lagi.
“Loh…masih
untung kami mau ngambilin power bank kamu yang tinggal itu!” kata Davit masih
saja ketawa merasa menang sudah bisa ngerjain temannya.
“Trus…nomor
HP yang aku telepon itu siapa?”
“Akuuuu…”
jawab Toni santai…”Pintar kan aku berakting?”
“Ihh…Davit…Toni…kalian
jeleeeek…jeleeek…pokoknya jeleeek!” Sontak seisi Bis termasuk Sonya
terpingkal-pingkal melihat tingkah Diva.
“Ya
sudahlah…yang penting power bank kamu sudah ada di tangan lagi. Dan kamu bisa
eksis selfian lagi,” hibur pak Budi sambil sedikit ketawa. Lucu pula dia
melihat ekspresi Diva kali ini.
“Ya…lebih
baik kita selfian lagiii!” kata Sonya menghibur sahabat baiknya itu.
Cekrek…cekrek…cekrek…Diva
dan Sonya selfian lagi. Walaupun masih dengan muka manyun tapi memang aslinya
cantik, ya tetap saja cantik hasil fotonya. Kali ini Sonya mengupload foto
mereka dengan status “Ratu selfii dikerjain…###Keciaaan Dech temanku…wkkwkkk###
Komentar
Posting Komentar